Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, 4 September 2026

SYARAT-SYARAT MENCARI ILMU

 

BIMBINGAN PENYULUHAN

Oleh :

NURUL HIDAYAH, S.Sos.I

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini dilaksanakan di SMP Negeri 05 Sungai Kunyit dalam suasana yang tertib dan penuh perhatian. Seorang penyuluh yakni Ustadz Nurul Hidayah menyampaikan materi keagamaan kepada para peserta yang terdiri dari pelajar. Kegiatan berlangsung di dalam ruangan dengan peserta duduk bersama di atas karpet sambil mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Nurul Hidayah.

Materi yang disampaikan tentang “Syarat-Syarat Mencari Ilmu”. Penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta bahwa menuntut ilmu merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan, khususnya bagi generasi muda. Ilmu tidak hanya diperlukan untuk memperoleh pengetahuan dan mencapai keberhasilan dalam pendidikan, tetapi juga menjadi pedoman dalam membentuk akhlak dan perilaku yang baik.

Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mencari ilmu, antara lain niat yang ikhlas, kesungguhan dalam belajar, kesabaran, kemampuan memahami pelajaran, memiliki bekal yang cukup, menghormati guru, serta meluangkan waktu untuk belajar secara berkelanjutan. Seorang pelajar juga perlu memiliki semangat untuk terus belajar meskipun menghadapi berbagai kesulitan.

Penyuluh juga menekankan pentingnya adab dalam menuntut ilmu. Peserta diarahkan untuk menghormati guru, mendengarkan ketika orang lain berbicara, bertanya dengan sopan apabila belum memahami materi, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, ilmu yang dipelajari diharapkan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membentuk pribadi yang beriman, berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini berlangsung secara edukatif dan komunikatif, dengan peserta mendapatkan kesempatan untuk menyimak dan memahami materi yang diberikan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para peserta semakin termotivasi untuk rajin belajar, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menghargai guru dan orang tua, serta menjadikan ilmu sebagai bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat.


Semoga Bermanfaat

Friday, 21 August 2026

EMPAT GOLONGAN YANG DIRINDUKAN SYURGA

KEGIATAN BIMBINGAN PENYULUHAN
Oleh :
NURUL HIDAYAH, S.Sos.I


Kegiatan penyuluhan agama ini dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban dengan dihadiri oleh para jamaah Majlis Taklim Al-Ittihad Desa Sungai Kunyit Hulu. Para Jamaah mengikuti kajian dengan antusias sambil mendengarkan penjelasan dari Ustadz. Nurul Hida

yah mengenai
"Empat Golongan Yang Dirindungan Syurga." Materi ini menekankan bagaimana seseorang berusaha agar dirinya dirindukan oleh syurga.

Dalam penyuluhan ini, jamaah diberikan pemahaman bahwa surga merupakan tempat yang dirindukan oleh setiap orang beriman. Untuk meraih keridaan Allah SWT, seseorang tidak cukup hanya dengan mengaku beriman, tetapi juga perlu membuktikannya melalui amal saleh dan perilaku yang baik.

Secara umum, empat golongan yang dirindukan surga dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Orang yang gemar membaca dan mengamalkan Al-Qur’an
    Al-Qur’an menjadi pedoman hidup. Membacanya, memahami kandungannya, serta mengamalkan ajarannya merupakan salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  2. Orang yang menjaga lisannya
    Jamaah diajak untuk berhati-hati dalam berbicara, menghindari fitnah, ghibah, dusta, dan perkataan yang menyakiti orang lain. Sebaliknya, lisan hendaknya digunakan untuk berdzikir, berkata baik, menasihati dalam kebaikan, dan mempererat silaturahmi.
  3. Orang yang memberi makan kepada orang yang membutuhkan
    Kepedulian sosial menjadi bagian penting dalam ajaran Islam. Berbagi makanan dan membantu orang yang membutuhkan merupakan bentuk kasih sayang serta wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
  4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadan
    Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran, keikhlasan, pengendalian diri, dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Bimbingan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan jamaah serta mendorong mereka menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui materi tersebut, jamaah diharapkan semakin rajin membaca Al-Qur’an, menjaga ucapan, peduli terhadap sesama, serta melaksanakan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Semoga Bermanfaat

                                

Wednesday, 8 July 2026

TIGA BENTENG ORANG-ORANG MUKMIN DARI SETAN

KEGIATAN PENYULUHAN 

OLEH :

NURUL HIDAYAH, S.Sos.I

 

Kegiatan penyuluhan agama ini dilaksanakan dalam suasana penuh keakraban dengan dihadiri oleh para jamaah Majlis Taklim Rathibul Haddad Desa Sungai Kunyit Hulu. Para Jamaah mengikuti kajian dengan antusias sambil mendengarkan penjelasan dari Ustadz. Nurul Hidayah mengenai "Tiga Benteng Orang-Orang Mukmin dari Setan." Materi ini menekankan pentingnya membangun perlindungan diri dari segala godaan setan agar tetap istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.


Dalam kesempatan penyuluhan ini, Ustadz Nurul Hidayah menjelaskan bahwa terdapat tiga benteng utama yang dapat menjaga seorang mukmin dari tipu daya setan, yaitu:

  1. Memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, dengan senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
  2. Memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa, karena mengingat Allah merupakan pelindung yang kuat dari godaan setan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an.
  3. Menjaga lingkungan pergaulan yang baik melalui majelis ilmu dan majelis zikir, karena berkumpul bersama orang-orang saleh akan memperkuat keimanan, menambah ilmu, dan menghindarkan diri dari pengaruh buruk.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para jamaah semakin memahami bahwa setan selalu berusaha menyesatkan manusia. Oleh karena itu, setiap mukmin harus senantiasa memperkuat benteng keimanan dengan ilmu, ibadah, dan kebersamaan dalam majelis-majelis yang mengingat Allah. Penyuluhan berlangsung dengan interaktif, diakhiri dengan sesi tanya jawab, doa bersama, dan harapan agar ilmu yang diperoleh dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Bermanfaat ...

Wednesday, 10 June 2026

MAJLIS DZIKIR DAN TAMAN SYURGA DI DUNIA

KEGIATAN PENYULUHAN

OLEH : 

NURUL HIDAYAH 

Kegiatan penyuluhan dengan tema "Majelis Zikir: Taman Surga di Dunia" dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan kecintaan masyarakat terhadap majelis ilmu dan zikir. Kegiatan ini diikuti oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta jamaah setempat dalam suasana yang khidmat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan nuansa spiritual.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta doa bersama. Selanjutnya, pemateri menyampaikan bahwa majelis zikir merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang mengingat Allah SWT, mempelajari ajaran agama, serta saling menguatkan dalam kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

"Apabila kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah." Para sahabat bertanya, "Apakah taman-taman surga itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Halaqah-halaqah zikir (majelis zikir)." (HR. At-Tirmidzi).

Dalam penyampaian materi dijelaskan bahwa majelis zikir tidak hanya menjadi sarana untuk memperbanyak mengingat Allah SWT, tetapi juga menjadi tempat mempererat ukhuwah Islamiyah, memperdalam pemahaman agama, serta membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Melalui zikir, hati menjadi tenang sebagaimana firman Allah SWT:

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).

Pemateri juga mengajak peserta untuk membiasakan diri menghadiri majelis zikir secara rutin karena di dalamnya terdapat keberkahan, rahmat Allah SWT, ketenangan hati, serta doa-doa yang diijabah. Selain itu, dijelaskan bahwa majelis zikir merupakan sarana memperkuat persaudaraan, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, serta membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti penyuluhan dengan penuh perhatian dan antusias. Sesi diskusi dan tanya jawab memberikan kesempatan kepada jamaah untuk berbagi pengalaman mengenai manfaat mengikuti majelis zikir dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi yang hangat antara pemateri dan peserta semakin memperkaya pemahaman tentang pentingnya menjadikan zikir sebagai bagian dari kehidupan.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan masyarakat semakin termotivasi untuk istiqamah menghadiri majelis zikir dan majelis ilmu sebagai sarana meningkatkan kualitas ibadah, memperkokoh keimanan, serta mempererat ukhuwah Islamiyah. Dengan demikian, majelis zikir benar-benar menjadi "taman surga di dunia", yaitu tempat yang menghadirkan ketenangan jiwa, keberkahan hidup, dan menjadi jalan untuk meraih ridha Allah SWT serta kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Semoga Bermanfaat ....

Thursday, 7 May 2026

PENTINGNYA MODERASI BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN

KEGIATAN PENYULUHAN

OLEH : NURUL HIDAYAH

Kegiatan penyuluhan dengan tema "Pentingnya Moderasi Beragama dalam Kehidupan" dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjalankan ajaran agama secara seimbang, toleran, dan penuh rasa tanggung jawab. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga setempat yang mengikuti penyuluhan dengan penuh antusias dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, serta sambutan dari penyelenggara yang menekankan pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, budaya, dan suku yang ada di Indonesia. Selanjutnya, pemateri menyampaikan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang mengedepankan prinsip tawasuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), i'tidal (adil), dan tawazun (seimbang). Dengan menerapkan nilai-nilai tersebut, umat beragama dapat menjalankan keyakinannya secara teguh tanpa merendahkan atau memaksakan keyakinan kepada orang lain.

Dalam penyampaian materi, peserta diajak memahami bahwa moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan terhadap ajaran agama, melainkan mengamalkan ajaran agama secara bijaksana, menghormati perbedaan, serta menghindari sikap ekstrem dan fanatisme yang dapat memicu konflik sosial. Pemateri juga menekankan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, serta membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis berdasarkan nilai-nilai agama dan Pancasila.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan maupun pengalaman mengenai kehidupan bermasyarakat yang majemuk. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang berkembang mengenai cara menerapkan sikap moderat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, tempat ibadah, sekolah, maupun masyarakat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya moderasi beragama sebagai landasan dalam menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta mencegah munculnya paham-paham yang bersifat intoleran dan radikal. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menjadi pribadi yang religius, terbuka, saling menghormati, serta berperan aktif dalam menciptakan kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Semoga Bermanfaat ....

Wednesday, 15 April 2026

ADAB SEORANG MURID

 

KEGIATAN PENYULUHAN

OLEH : NURUL HIDAYAH

Kegiatan penyuluhan tentang "Adab Seorang Murid" dilaksanakan dengan tujuan menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para peserta didik dalam proses menuntut ilmu. Kegiatan ini diikuti oleh para siswa-siswi di SMP Negeri 4 Sungai Kunyit yang tampak antusias mengikuti materi dengan suasana yang tertib dan kondusif.

Penyuluhan diawali dengan pembukaan, pembacaan doa, serta penyampaian pentingnya adab dalam Islam. Pemateri kemudian menjelaskan bahwa keberhasilan seorang murid tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh adab kepada Allah SWT, orang tua, guru, dan sesama teman. Dalam penyampaian materi, dijelaskan bahwa adab merupakan pondasi utama dalam menuntut ilmu, sebagaimana pesan para ulama yang mendahulukan adab sebelum ilmu.

Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi pentingnya meluruskan niat karena Allah SWT, menghormati dan memuliakan guru, bersikap sopan ketika belajar, menjaga etika dalam bertanya, disiplin terhadap waktu, menjaga kebersihan lingkungan belajar, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh. Pemateri juga mengajak para peserta untuk meneladani akhlak para ulama dan Rasulullah SAW yang selalu menjunjung tinggi adab dalam setiap aktivitas pembelajaran.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan perhatian yang baik dengan menyimak materi secara aktif serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab. Interaksi yang terjalin antara pemateri dan peserta menjadikan suasana penyuluhan lebih hidup sehingga materi dapat dipahami dengan baik.

Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta mampu menerapkan adab seorang murid dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dengan adab yang baik, ilmu yang dipelajari akan menjadi lebih berkah, bermanfaat, serta membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati guru serta sesama. Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu upaya pembinaan karakter yang sejalan dengan tujuan pendidikan, yaitu membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlakul karimah.

Semoga Bermanfaat....